JAKARTA - Bocornya dokumen diplomatik Amerika Serikat (AS) oleh Wikileaks membuat sejumlah negara mulai memblokir situs Wikileaks. China dan Prancis merupakan salah satu negara yang telah memblokir situs yang didirikan Julius Assange tersebut.
China telah melakukan pemblokiran akses terhadap situs WikiLeaks untuk mencegah tersebarnya klaim-klaim memalukan dari para diplomat AS terkait aliansi China dengan Korea Utara (Korut) dan masalah HAM lainnya.
Lalu bagaimana dengan Indonesia? mengingat dalam dokumen tersebut Indonesia juga ikut disinggung.
Menurut pengamat Telematika, Heru Sutadi saat ini mirroring wikileaks sudah ke mana-mana dan ada di mana-mana.
"Bukan cuma guardian.co.uk saja yang terbuka tapi juga ada di situs MIT," kata Heru kepada okezone, Senin (6/12/2010).
Oleh karena itu, dikatakan Heru, bukan tidak mungkin upaya orang untuk bisa mendapatkan dokumen-dokumennya juga tidak sulit.
"Kita semua harus arif dan tidak gampang emosi setelah membaca dokumen yang ada. Jadikan ini sebagai pelajaran dan sejarah mengenai pandangan AS terhadap indonesia," kata pria yang juga menjadi anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tersebut.
"Blokir atau tidak memang hak pemerintah. Namun sesuai sifat internet, ketika front door ditutup, backdoor akan coba dicari untuk bisa masuk," kata Heru.
Heru menambahkan dari dokumen yang ada, bahkan pemerintah perlu membaca, mempelajari, dan mendalaminya, apakah ada yg merugikan Indonesia tidak?
Saat ini situs Wikileaks memang masih bisa diakses, bukan hanya wikileaks.ch yang bisa dibuka tapi juga melalui beberapa domain seperti wikileaks.de, wikileaks.fi, wikileaks.nf. Bahkan mirror situs WikiLeaks kini telah berjumlah sekira 355 situs yang tersebar di 208 lokasi di dunia.
Dijelaskan Heru, sebenarnya dokumen ini laporan internal AS, yang bocor, sehingga dampaknya bagi Indonesia harusnya tidak ada.
"Dan adalah naif, jika kemudian sesama komponen bangsa nantinya berkelahi karena dokumen tersebut, seperti soal dokumen mengenai pemilu di indonesia, yang satu pihak tidak terima dilabel tertentu oleh AS, dan di sisi lain menganggap kandidat lainnya didukung AS," kata Heru
"Yang pasti, apapun kata orang mengenai Indonesia, jika negatif, ya kita harus tunjukkan ke depan kita tidak seperti yg dilabelkan, Jika positif, artinya ada upaya dari negeri ini yang dihargai Misalnya ada laporan bahwa ekonomi indonesia fragile, ya kita harus bahu membahu menunjukkan bahwa ekonomi indonesia kuat," katanya. |